Artikel (article): Pendidikan Bahasa Inggris Terhadap Anak di Lingkungan Keluarga


PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
TERHADAP ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA
Jakfar Sodiq
Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Brawijaya
Abstrak
Education is a right for every single man. It is needed so much to compete with the others in the globalization era. Education is responsibility together between family, school, society, and governance. In this article, the writer will describe the role of them, especially the role of family for a young child (3-5 years old).  A family is an important institute for a young child. Family, parents, must prepare their child with knowledge and ability in order to be ready to socialize in a broader society. Therefore, the parents must have more knowledge to give the best education for their child, especially Language. Language is one of abilities which can be acquired by a young child even a young child may acquire three languages (multilingual). However, in this short paper the writer limits this study only for English, especially what method that parents can do in their house in order to get intake of English.
Key words: Education, family, young child, English

1.      Pendahuluan
Globalisasi menjadi suatu kata yang tepat untuk menggambarkan fenomena di mana perkembangan teknologi terjadi sangat pesat dan tingkat mobilitas yang tinggi dari umat manusia di seluruh dunia. Di zaman globalisasi ini, kebutuhan akan bahasa terus meningkat seiring dengan berkembangnya zaman. Manusia dituntut menguasai dua atau lebih bahasa (bilingual or multilingual), terutama bahasa yang banyak digunakan di berbagai negara, seperti bahasa Spanyol, bahasa Mandarin, dan bahasa Inggris.
Berkembangnya zaman yang sangat cepat, yaitu semakin pesatnya pertumbuhan teknologi membuat seseorang di mana saja mereka berada dituntut untuk menguasai kemampuan-kemampuan yang dapat menunjang mereka agar tidak tertinggal dengan lainnya. Banyak produsen teknologi menggunakan bahasa Inggris sebagai media bahasa yang digunakan dalam produknya seperti HP, komputer, laptop, dsb. Itu dikarenakan bahasa Inggris menjadi bahasa yang paling banyak dipelajari di lingkungan formal maupun non-formal di berbagai belahan dunia. Tidak hanya itu, bahasa Inggris juga sangat menunjang pendidikan seseorang, seperti sekolah ke luar negeri (study abroad), beasiswa, dan lain-lain. Di samping itu, bagi para pencari kerja (job seekers) bahasa Inggris bisa dijadikan nilai tambahan (plus) sebagai bahan pertimbangan bagi perusahan yang diinginkan.
Banyak cara yang dilakukan individu dalam memelajari dan memperoleh bahasa asing (foreign language acquisition). Setiap individu mempunyai kemampuan masing-masing dalam mempelajari bahasa Inggris. Maka dari itu, konsep atau metode seseorang dalam memelajari bahasa itu tidak sama, tergantung kemampuan individunya mana yang lebih efektif dalam memahami dan memperoleh bahasa Inggris dengan cepat, baik, dan benar. Akan tetapi, dalam mempelajari bahasa Inggris seseorang dituntut menguasai empat keterampilan bahasa (four skills of language), yaitu listening, reading, speaking and writing. Belajar bahasa Inggris yang paling bagus dan efektif ialah ketika seseorang masih kecil atau anak-anak (usia dini). Di usia tersebut seorang anak belajar bahasa  dengan sangat cepat. Ada beberapa kelebihan yang dimiliki seorang anak dalam belajar bahasa.
Younger Advantage
Older Advantage
·         Brain Plasticity
·         Learning capacity
·         Not analytical
·         Analytic ability
·         Fewer inhibition (usually)
·         Pragmatic skills
·         Weaker group identity
·         Greater knowledge of L1
·         Simplified input more likely
·         Real-world knowledge
                                                                                                                           
Seorang anak mempunyai kemampuan yang tidak dimiiki oleh orang dewasa. Dengan kelebihan tersebut, keluarga diharapkan bisa mengembangkannya. Orang tua harus mengetahui kemampuan dan kekurangan yang dimiliki seorang anak dan bagaimana cara mengembangkannya.
Berdasarkan paparan di atas, penulis fokus pada pentingnya peran keluarga dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki anak (3-5 tahun), serta bagaimana cara mendidik anak belajar bahasa Inggris di lingkungan keluarga.

2.      Korelasi antara Keluarga, Masyarakat, Sekolah, dan Pemerintah dalam Pendidikan Anak
Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, yaitu keluarga, sekolah, masyarakat dan juga pemerintah. Sekolah sebagai lembaga yang memberikan bekal ilmu pengetahuan dan pendidikan moral kepada anak agar anak mempunyai masa depan yang cerah. Masyarakat juga berperan penting dalam proses perkembangan anak. Masyarakat  sebagai lingkungan di mana anak bergaul dan bermain diharapkan juga memberikan suasana yang aman, sehat dan kondusif  agar perkembangan jiwa dan psikologi anak berkembang dengan baik. Pemerintah berperan dalam membuat kebijakan. Kebijakan pemerintah sangat mempengaruhi sistem pendidikan di mana melalui kebijakan  akan menentukan arah pendidikan, akan dibawa kemana masa depan pendidikan.
Ada ungkapan yang mengatakan ‘parents are the best teachers’ (orang tua adalah  guru yang terbaik). Orang tua mempunyai hubungan batin yang kuat dengan sang anak. Apa yang anak inginkan dan butuhkan, orang tua lebih mengetahuinya dari pada orang lain. Orang tua tidak bisa hanya menyerahkan pendidikan sang anak seluruhnya kepada sang guru karena guru mengajar banyak anak di dalam kelas. Dengan begitu, orang tua bisa meneruskan apa yang anak telah dapatkan di sekolah sehingga antara lembaga-lembaga tersebut ada korelasi yang saling melengkapi.
3.      Perkembangan Anak
Keluarga merupakan tempat sosial pertama dan utama seorang anak bersosialisasi. Keluarga adalah kesatuan unit terkecil di dalam masyarakat dan merupakan suatu lembaga yang sangat penting dalam pembangunan dan perkembangan kualitas anak bangsa (Rustini:1984). Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak disebut kelurga inti. Keluarga berperan memberi dan memelihara anak, membimbing perkembangan kepribadian anak dan memenuhi emosional anggota keluarga yang telah dewasa.
Seorang ayah dan ibu sangat berperan penting dalam menanamkan moral dan mendidik anak mereka, karena merekalah yang akan membawa masa depan keluarga. Di dalam keluarga, orang tua sebagai manajer kehidupan anak Santrock (2007:164). Sebagai manajer, orang tua mengatur aktivitas anak dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, orang tua tidak harus bersikap otoriter terhadap anak, karena sikap tersebut akan mempengaruhi psikologi anak. Aturan antara ayah dan ibu yang diberlakukan terhadap anak harus ada keserasian. Adanya ketidakserasian antara ayah dan ibu di rumah akan berdampak pada perkembangan keperibadian anak. Si anak menjadi bingung, perintah atau aturan mana yang harus diikuti. Aturan ibu atau ayah? Dan kebingungannya semakin besar apabila aturan ayah dan ibu bertentangan satu sama lain. Oleh ayah perbuatan si anak dilarang atau dihukum sementara ibu membelanya dan melindunginya. Sebagai akibatnya anak tidak tahu norma mana yang benar dan mana yang salah (Markum 1983:25)
Dalam mendidik anak, orang tua harus mengetahui perkembangan seorang anak. Prof. Dr. Singgih D Gunarsa dalam bukunya yang berjudul ‘’Dasar dan Teori Perkembangan Anak’’ membagi 5 masa perkembangan anak.
a.       Masa Pra-lahir
Masa yang dimulai dari terjadinya konsepsi antara sel kelamin laki-laki dan sel telur sampai seorang bayi dilahirkan. Pada masa ini terjadi pertumbuahn yang sangat cepat sekali pada berbagi alat dan jaringan tubuh. Para ahli sering menamakan kehidupan pada masa pra-lahir ini berlangsung dalam lingkungan hidup pertama yang mulai mempengaruhi pertumbuhan fetus dan janin dalam Rahim ibunya.
b.      Masa jabang-bayi (neonetus) : 0-2 minggu.
Yaitu masa sejak seorang bayi dilahirkan sampai berumur 2 minggu. Suatu masa yang tenang dari sudut pertumbuhan fisik, terjadi sedikit sekali perubahan. Masa jabang bayi atau yang diistilahkan neonatus ini, ialah masa untuk penyesuaian terhadap kehidupan yang baru, kehidupan di dalam Rahim dan kehidupan baru di luar tubuh ibunya, dengan keadaan yang sangat berlainan.
c.       Masa bayi : 2 minggu – 1 tahun
Masa antara 2 minggu sampai kira-kira 1 tahun ialah masa ketika kehidupannya bergantung sepenuhnya pada orang lain, sedikit demi sedikit berkembang kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri secara sederhana, misalnya ia sudah bisa mengambil minuman dan makanannnya sendiri.

d.      Masa anak : 10 - +- 12 – 14 tahun
Karena berlangsung lama maka masa ini sering dibagi lagi menjadi masa anak dini, masa pra-sekolah, masa anak sampai menjelang remaja.
Masa ketika kehidupan anak meningkat. Seluruh aspek perkembangan mengalami perubahan besar, dari lingkungan hidup orang tua, kelompok anak-anak sampai kelompok sosial yang lebih luas. Rangkaian orang tua – keluarga – sekolah – teman – minat – merupakan rangkaian peningkatan dalam sifat, sikap, minat, dan cara penyesuaian. Dari proses-proses berpikir yang banyak didominasi oleh khayalan-khayalan, sampai proses berpikir obyektif dan riil. Di masa ini, orang tua harus memberi pelajaran dan didikan terhadap anak apa yang mereka boleh dan tidak boleh lakukan, dan apa saja yang orang lain boleh lakukan terhadapnya. Di tahun 2014 ini, banyak terjadi kasus pelecehan seksual terhadap anak, seperti yang terjadi di Sukabumi. Sebanyak 120 anak menjadi korban pelecehan seksual (sodomi). Tidak hanya di lingkungan masayarakat yang berbahaya bagi anak, akan tetapi di lingkungan sekolah pun orang tua harus memperhatikan anak dan memberikan tempat pendidikan yang aman bagi anak.
e.       Masa remaja : 13/14 - +-21 tahun
Masa yang membentang cukup lama, dank arena itu sering dibagi-bagi menjadi : masa remaja dini, remaja, dan remaja lanjut. Suatu masa peralihan dari dunia anak ke dunia dewasa, yang dimulai dengan terjadinya kematangan dari kelenjar-kelenjar kelamin, yakni menarche (haid yang pertama) pada wanita dan keluarnya air mani pertama kali pada laki-laki.
Di masa ini, orang tua harus lebih memperhatikan tingkah laku anak dan mengarahkannya apabila terjadi penyimpangan. Di era globalisasi yang terjadi sekarang ini, zaman yang serba bebas, arus informasi yang begitu cepat, serta kecanggihan teknologi yang semakin tidak bisa terbendung lagi, orang tua harus ekstra hati-hati terhadap anaknya. Banyak kasus yang terjadi pada anak pada masa ini, seperti hamil di luar nikah, tawuran antar pelajar, narkotika, dsb. itu semua dijadikan pelajaran bagi orang tua agar lebih memperhatiakn anak-anak mereka.

4.      Metode-metode Mendidik Anak Belajar Bahasa Inggris di Lingkungan Keluarga

Sesuai dengan salah satu fungsi keluarga sebagai agen pendidikan bagi anak di lingkungan primer, keluarga harus melakukan usaha-usaha untuk mempersiapkan anak-anak mereka agar siap menghadapi lingkungan di luar keluarga, baik itu masyarakat secara luas maupun di lingkungan pendidikan yaitu sekolah. Ada beberapa metode belajar yang bisa digunakan keluarga untuk mendidik anak belajar bahasa Inggris:
a.      Memberikan Tontonan Film Berbahasa Inggris
Kebanyakan waktu anak digunakan untuk bermain dan menonton TV. Cara yang efektif dalam mendidik anak agar bisa berbahasa inggris salah satunya dengan cara memberikan tontonan yang mengandung didikan untuk berbahsa inggris. Seperti misalnya, film ‘Dora The Explorer’. Berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh Nurdiani, Sofyan, dan Rahmah dalam artikelnya yang berjudul ‘‘The Effect of ‘Dora The Explorer’ Movie On Student’s Pronounciation’’ (blogspot.com, tanpa tahun) menunujukkan bahwa siswa kelas III yang diberikan film "Dora The Explorer" dapat mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris lebih jelas dari sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa film "Dora The Explorer" dapat digunakan sebagai metode yang sangat menarik untuk menciptakan situasi yang membuat siswa tertarik dan menyenangkan untuk belajar bahasa Inggris dan membantu siswa untuk mengucapkan kata dengan benar. 

b.      Membuat Jadwal Hari Khusus Berbahasa Inggris
Lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan psikologi dan kemampuan anak. Mereka handal dalam meniru prilaku yang dilakukan oleh orang dewasa di sekitarnya. Maka dari itu, sebaiknya orang tua bisa memanfatkan kemampuan ‘meniru’ mereka untuk belajar bahasa Inggris. Bagi orang tua yang mempunyai latar belakang pendidikan yang baik, yakni mempunyai kemampuan bahasa Inggris, ini merupakan  kesempatan yang baik agar anak bisa mengusai bilingual atau bahkan multilingual dengan cara menggunakan bahasa Inggris atau berbicara bahasa Inggris ketika berinteraksi dengan sang anak (Mixing Languages).

c.       Membuat Tulisan Bahasa Inggris di Lingkungan Rumah
Di Indonesia sendiri sangat jarang menemukan orang tua yang bisa berbahasa Inggris dengan baik. Bagi orang tua yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan yang baik bisa menciptakan lingkungan yang menggunakan bahasa Inggris seperti. Membuat tulisan-tulisan yang menggunakan bahasa Inggris di toilet, kamar tidur, ruang tamu, dll. sehingga anak tidak asing terhadap bahasa Inggris.

d.      Memberikan Permainan yang Berbahasa Inggris
Khan (19910 menyatakan, permainan adalah aktivitas yang dilakukan berdasakan turan tertentu. Permainan  tidak hanya berfungsi sebagai hiburan bagi anak, akan  tetapi juga sebagai media bagi anak untuk belajar bahasa Inggris tanpa disadari oleh si anak. Tugas orang tua untuk memberikan permaianan yang bisa mendidik anak. Selayaknya orang tua memberikan anak permainan menghibur sekaligus mendidik.

e.       Mengajarkan Lagu-lagu yang Berbahasa Inggris
Lagu merupakan serangkaian kata yang dinyanyikan. Seorang anak belum mempunyai kemempuan analisa yang baik. Mereka hanya meniru apa yang mereka dengar di sekelilingnya. Melalui lagu, seorang anak secara tidak sadar bahawa mereka sudah memelajari banyak aspek dalam bahasa Inggris, seperti pelafalan (pronounciation­), kosa kata (vocabulary), dsb. Dengan begitu, orang tua bisa menjadikan lagu sebagai media belajar,  seperti cd/dvd yang mengandung lagu yang berbahasa Inggris agar si anak bisa belajar bahasa Inggris.

KESIMPULAN
Keluarga merupakan lembaga primer yang sangat berperan penting dalam  membentuk kepribadian anak. Di keluarga lah, seorang anak belajar dididik dan dikasih pengetahuan sebagai bekal bagi anak dalam kehidupan luar. Kebanyakan waktu anak digunakan berkumpul bersama keluarga. Bermain bersama teman dan belajar di sekolah mungkin hanya setengah dari waktu anak bersama keluarga. Maka dari itu, keluarga merupakan partner yang sangat urgent dalam menentukan keberhasilan anak dalam belajar, selain sekolah. Di masa globalisasi ini, individu dituntut untuk menguasai kecakapan berbahasa, seperti bahasa Mandarin, bahasa Spanyol, terutama bahasa Inggris. Mengingat bahasa Inggris merupakan bahasa global di mana kebanyakan teknologi modern menggunakan bahasa Inggris sebagai media dan di dunia pekerjaan pun bahasa Inggris sangat menunjang karir seseorang. Keluarga yang berperan sebagai lingkungan yang sangat menunjang keberhasilan seorang anak dalam belajar diharapkan bisa memanfaatkan dan meningkatkan kelebihan seorang anak selagi dia masih kecil (young child).


DAFTAR RUJUKAN
Hufad, Ahmad. ________. Keluarga dan Pendidikan Anak ( Tinjauan Sosiologi Agama terhadap proses Pendidikan Anak dalam Keluarga ).
Hurlock, B. Elizabeth. 1978. Perkembangan Anak.
Innajati, Enny. 2011. Peranan Keluarga dalam Pendidikan Karakter anak.
Markum, M. Enock. 1983. Anak, Keluarga, dan Masyarakat: Tinjauan atas disiplin, kebebasan, etika, dan proses belajar.
Nurdiani, Devi, Sofyan, Deddy, dan Rahmah, Mursidah. . ________  .The Effect Of “Dora The Explorer” Movieon Students’ Pronunciation.
Santrock, W. John. 2007. Perkembangan Anak.
Tjandrasa, Meitasari, Med. 1984. Perkembanagn dan Kepribadian Anak.
Troike, M. N. 2006. Introducing Second Language Acquisition. London: Cambridge University Press.

Comments

Popular posts from this blog

Expressions for Stating Opinions, Agreeing, and Disagreeing in Transactional Conversations

THE STORY OF BUJANG BEJI AND BUKIT KELAM

Descriptive Text